Faktor Penentu Harga Properti Rumah

Profesionalisme menjadi sesuatu yang paling utama dalam melakukan segala rencana dan langkah yang harus diambil dalam investasi properti dibandingkan dengan mengedepankan faktor emosional saja. Perlu diketahui bahwa penjual dan pembeli rumah akan selalu mencari waktu dan cara yang tepat dengan melihat kondisi pasar saat itu dan mendatang. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan banyak keuntungan dari properti yang mereka jual maupun beli. Faktor perekonomian global menjadi indikator umum ketika akan membeli atau menjual properti tanah dan bangunan. Kondisi ekonomi yang membaik akan memicu daya beli masyarakat dalam membelanjakan penghasilannya. Salah satu yang menjadi kebutuhan adalah membeli rumah sebagai tempat tinggal yang layak huni terutama bagi keluarga.

Investasi perumahan membutuhkan tingkat kejelian yang tinggi guna memastikan kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membeli properti. Bisnis jual beli tanah dan rumah memiliki pasang surut sehingga perlu pengamatan mendalam ketika akan melakukan sebuah keputusan penting. Indikator utama pada pasar perumahan adalah suku bunga bank dan kredit. Ini berkaitan dengan manajemen keuangan dan investasi untuk pembelian rumah, apartemen, atau real estate. Umumnya ketika suku bunga bank naik maka tingkat penjualan akan menurun begitu pula sebaliknya. Sehingga bagi anda yang memang ingin menjadi seorang investor properti perumahan ini harus menjadi acuan agar mendapatkan proyeksi keuntungan yang signifikan untuk masa depan.

Populasi penduduk dalam suatu tempat juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga tanah dan bangunan. Semakin banyak jumlah penduduknya maka kebutuhan pada tempat hunian menjadi tinggi, hal itu akan memicu harga properti menjadi melambung. Memiliki prediksi jauh kedepan dalam investasi properti menjadi keuntungan bagi investor, karena bisa membeli tanah atau rumah dengan harga murah kemudian untuk waktu kedepan nilainya akan naik.

Pembelian rumah bisa juga dengan memanfaatkan over kredit dari pemilik yang tidak meneruskan cicilan. Namun perlu diingat bahwa tidak semua cara over kredit memiliki harga yang menguntungkan bagi pembeli. Selain itu sebelum memutuskan harus melihat pembayaran cicilan sebelumnya apakah memiliki jejak rekam yang baik atau bermasalah. Dari beberapa rekan yang pernah membeli rumah dengan cara meneruskan cicilan sebelumnya hingga lunas pemilik lama akan menjualnya dengan harga yang tinggi. Anda bisa maklumi karena tidak semua orang ingin jual properti rumah dengan rugi, kecuali pada situasi tertentu yang mengharuskan pemilik rumah benar-benar butuh uang.

Investasi rumah atau apartemen memungkinkan dilakukan oleh masyarakat yang tidak mempunyai cukup modal. Pembelian rumah dengan pembayaran penuh harus benar-benar memiliki jumlah uang yang banyak, apalagi jika memilih lokasi yang strategis seperti kawasan bisnis. Kredit rumah menjadi solusi bagi yang menginginkan sebuah tempat tinggal yang layak huni dengan biaya rendah serta angsuran bisa disesuaikan dengan penghasilan. Untuk membiayai cicilan hingga lunas tidak harus sepenuhnya ditanggung dari gaji. Ada trik mudah yaitu dengan memanfaatkan rumah untuk disewakan untuk tempat tinggal dan perkantoran. Dengan cara tersebut maka beban biaya angsuran pada tiap bulan menjadi lebih ringan bahkan bisa menguntungkan karena cicilan dibayar dari hasil sewa.

Pada kondisi tertentu dengan disertai perhitungan yang matang selain bisa membiayai angsuran juga masih ada sisa keuntungan yang bisa diputarkan lagi untuk mendapatkan rumah lainnya lagi dengan cara yang sama. Keuntungan tersebut didapatkan dari harga sewa yang biasanya terus naik dari tahun ke tahun. Hal itu bisa saja terjadi karena harga kredit rumah yang didapatkan dari awal pengambilan tidak mengikuti harga pasar yang selalu berubah alias tetap. Jadi ketika anda beli rumah secara kredit seharga 100 juta pada tahun kemarin maka jika sekarang naik jadi 150 juta cicilan tidak akan berubah dan tetap seharga awal pembelian.

Kesimpulan yang bisa didapatkan dari ulasan diatas adalah investasi properti harus dijalankan dengan perencanaan baik. Hal itu meliputi penelitian harga pasaran pada saat itu, prediksi kedepan terhadap nilai tanah dan bangunan, dan perhitungan modal yang tepat. Jika bisa menjalankan itu semua maka baik penjual maupun pembeli akan mendapatkan harga yang terhitung murah.

You May Also Like

About the Author: Jurnal Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *